RAPI RIDER – Bukan Sekedar Touring

Bukan sekedar Touring…

Seorang RAPI RIDER cuma hoby touring ???

Gabung di club motor aja bro…

RAPI RIDER
disamping hoby automotif, baik modifikasi maupun touring, seorang RAPI RIDER juga dituntut memiliki jiwa sosial dan peduli sesama, terutama di daerah bencana.

Seorang RAPI RIDER harus menguasai Safety Riding/Driving, mampu mengoperasikan alat komunikasi di kendaraan, baik saat berjalan maupun berhenti, dengan tetap mengutamakan Safety Riding/Driving.

Pada saat terjadi bencana, sudah pasti terjadi Krisis Komunikasi sehingga data-data ttg korban, kebutuhan mendesak, kerugian dsb menjadi simpang siur, bahkan terkadang terjadi duplikasi data, atau sebaliknya tidak terdata.

Disinilah peran seorang RAPI RIDER dituntut kehadirannya.

Inilah sebenarnya alasan utama dibentuknya RAPI RIDER.

RAPI RIDER
lebih dari sekedar Biker

RAPI RIDER
more than the biker

Writing by :

JZ09JYF – Christopher Haris

Setting VEV 3288D – weirwei

SETTING VEV-3288D/338 SUICOM

FREKUENSI

·         Posisi OFF

·         Tekan  &  Tahan  MONI + MENU + ON  (muncul tulisan SELF)

·         Tekan  ENTER  CH-001
·         Tekan  ENTER  isi RX
·         Tekan  ENTER  OFF
·         Tekan  ENTER  isi TX
·         Tekan  ENTER  OFF

·         Tekan  *  kemudian putar cari TONE

·         Tekan  ENTER  ADD
·         Tekan  ENTER  H
·         Tekan  ENTER  WIDE
·         Tekan  ENTER  putar untuk isi NAMA (spasi tekan #)
·         Tekan  ENTER 

MENAMPILKAN NAMA

·        Tampilan  CHANNEL
·        Tekan  MENU  dan putar cari NAME
·        Tekan  ENTER  dan putar pilih  ON
·        Tekan  ENTER  dan tekan VFO/MR

SIMPLEX/DIRECT

·         Tampilan Frekuensi
·         Tekan  VFO/MR (posisi bebas/VFO)

·         Isi  RX & TX
·         Tekan  MENU
·         Tekan  VFO/MR  (kedip kedip)
·         Putar cari CHANNEL
·         Tekan  VFO/MR  untuk menyimpan

MERUBAH CHANNEL KE FREKUENSI

·         Posisi OFF
·         Tekan & Tahan ENTER + Power ON

Setting Mudah Frekwensi HT Weirwei


SETTING VEV-V8 PLUS

FREKUENSI

·         Tekan  V/M  (VFO bebas)

·         Isi  RX

·         Tekan  F  lalu  tekan 5 (REV)

·         Tekan  F  kemudian  isi DUPLEX/selisih

·         Tekan  panah pilih  + atau –

·         Tekan  F

·         Tekan  F  kemudian  Tekan 7 (CODE)

·         Tekan  panah kemudian pilih CTT/NDES/IDES

·         Tekan  F   kemudian panah, cari frekuensi  TONE

·         Tekan  F

·         Tekan  F  tampil kedip kedip

·         Tekan  panah dan pilih CHANNEL

·         Tekan  V/M  untuk menyimpan

MEMBUAT NAMA

·         Tekan  V/M (posisi memori)

·         Tekan  panah,cari CHANNEL yang akan diberi NAMA

·         Tekan  F  dan  Tekan  9 (SET)

·         Tekan  panah  cari  10/NAME

·         Tekan  F  (SYS EN)

·         Tekan  F  &  Tekan panah  pilih ON

·         Tekan  panah (CHA EN)

·         Tekan  F  &  Tekan panah  pilih ON

·         Tekan  panah (EDIT)

·         Tekan  F  kedip kedip (pilih abjad menggunakan panah)

·         Tekan  F  untuk SPASI

·         Jika sudah selesai  Tekan F (NAME)

·         Tekan  PTT

SIMPLEX/DIRECT

·         Tekan  V/M  (VFO bebas)

·         Isi  RX

·         Tekan  F  kedip kedip

·         Tekan  panah dan pilih CHANNEL

·         Tekan  V/M  untuk menyimpan

###

SETTING WEIRWEI V8

FREKUENSI

·         Tekan  V/M  (VFO bebas)

·         Isi  RX   kemudian  tekan PTT

·         Tekan  F  kemudian  tekan 9 (SET)

·         Tekan  panah pilih  OFFSET

·         Tekan  F  kemudian  isi DUPLEX/selisih

·         Tekan  F  kemudian  Tekan PTT

·         Tekan  F  kemudian  Tekan 5 (REV) pilih  + atau –

·         Tekan  PTT

·         Tekan  F  kemudian Tekan 6 (SQT) , Tekan Panah  TONE kemudian Tekan  PTT

·         Tekan  F  kemudian  Tekan 7 (CODE)

·         Tekan  panah pilih frekuensi TONE

·         Tekan  PTT

·         Tekan  F  kemudian Tekan panah dan pilih CHANNEL

·         Tekan  V/M

MEMBUAT NAMA

·         Tekan  V/M (posisi memori)

·         Tekan  panah,cari CHANNEL yang akan diberi NAMA

·         Tekan  F  dan  Tekan  9 (SET)

·         Tekan  panah  cari  10 (NAME SET)

·         Tekan  F  &  Tekan panah  pilih abjad

·         Tekan  9 (SET)  untuk spasi

·         Tekan  F 

·         Tekan  PTT

Ketentuan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio

Spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas dan strategis serta mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga harus dikelola secara efektif dan efisien guna memperoleh manfaat yang optimal untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 17 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit bahwa setiap penggunaan spektrum frekuensi radio wajib mendapat izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika yang pengelolaannya dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Izin penggunaan spektrum frekuensi radio, meliputi :Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR)

IPSFR adalah izin penggunaan frekuensi radio yang diberikan dalam bentuk pita frekuensi radio tertentu dalam skala nasional maupun zona wilayah tertentu. Penerbitan IPSFR ditetapkan melalui mekanisme seleksi lelang/beauty contestatau perubahan dari ISR ke IPSFR.

IPSFR diberikan untuk jangka laku 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka laku 10 (sepuluh) tahun.

IPSR sudah diterapakn untuk izin penggunaan frekuensi radio untuk keperluan jaringan bergerak seluler 2G/3G (800/900/1800/2100 MHz) dan penyelenggaraan Wireless Broadband (BWA 2.3 GHz).

Izin Stasiun Radio (ISR)

ISR adalah izin penggunaan frekuensi radio yang diberikan dalam bentuk kanal frekuensi radio untuk setiap stasiun radio . Penerbitan ISR ditetapkan melalui analisa teknis keterseiaan kanal frekuensi radio dan potensi interferensi terhadap penggunaan frekuensi radio lainnya serta diproses berdasarkan prinsip first-come first-served.

ISR diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama 5 (lima) tahun.

Penggunaan frekuensi radio yang dapat diberikan dalam bentuk ISR, antara lain untuk keperluan Microwave Link, jaringan telekomunikasi seluler dan wireless broadband yang belum diberlakukan IPSFR, radio dan TV siaran, radio maritim dan penerbangan, sistem komunikasi satelit, radio trunking, Studio Transmitter Link (STL), dan Radio Konvensional/Konsesi/Komrad (Repeater Station, Base Station, Mobile Unit, Handy Talky (HT)).

Izin Kelas

Izin kelas adalah hak yang diberikan pada setiap orang perseorangan dan/atau badan hukum untuk dapat mengoperasikan suatu perangkat telekomunikasi yang menggunakan spektrum frekuensi radio dengan syarat wajib memenuhi ketentuan teknis.

Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi yang diberlakukan izin kelas wajib mengikuti ketentuan teknsi tertentu yang ditetapkan dalam peraturan dan penggunaan frekuensinya dapat dimanfaatkan secara bersama (sharing).

Penggunaan frekuensi radio pada pita-pita frekuensi radio yand dikategorikan sebagai izin kelas, tidak diperlukan lagi memiliki ISR atau IPSFR, namun alat dan perangkat telekomunikasi yang digunakan harus memiliki sertifikat alat dan perangkat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Izin kelas telah diterapkan untuk penggunaan Pita 2.4 GHz dan 5.8 GHz serta perangkat yang menggunakan frekuensi radio dengan daya pancar (ERP) maksimum 10 mW dan perangkat Short Range Devices (SRD).

Pelayanan perizinan spektrum frekuensi radio dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi berupa sistem data processing dan database penggunaan frekuensi radio nasional (Sistem Informasi Manajemen Spektrum), serta sistem monitoring penggunaan frekuensi radio nasional dan dukungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon/Loka Monitor/Pos Monitor) berjumlah 37 UPT yang tersebar di wilayah Indonesia.

Penggunaan frekuensi radio harus sesuai dengan Izin Stasiun Radio yang diberikan, sesuai peruntukannya dan tidak saling mengganggu. Pengguna frekuensi radio dilarang merubah dan atau mengganti frekuensi radio, data administrasi dan data teknis stasiun radio yang telah tercantum dalam Izin Stasiun Radio. Pemohon harus terlebih dahulu mengajukan permohonan perubahan data Izin Stasiun Radio kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Izin Stasiun Radio atau salinannya harus ditempatkan pada lokasi perangkat stasiun radio.

Pengguna spektrum frekuensi radio yang tidak memiliki Izin Stasiun Radio atau tidak sesuai peruntukannya dan menimbulkan gangguan dipidana dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah). Apabila menimbulkan kematian dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

di sadur dari : www.postel.go.id

https://www.postel.go.id/artikel_c_7_p_2160.htm

MARS RAPI

VIDEO & LIRIK LAGU MARS RAPI 

 MARS RAPI

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERDIRI DEMI SUKSESKAN PEMBANGUNAN
MENUNAIKAN SEGALA TUGAS BANGSA
RAJIN DAN TEGUH BIJAKSANA

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERJUANG DEMI KEJAYAAN NUSA
SIAGA DAN SEDIA MENGINDAHKAN
PANGGILAN MULIA IBU PERTIWI
      
        REFF

MUDA MUDINYA BERKOMUNIKASI
MENYAMBUNGKAN LIDAH KARYA
SERTA GEMAKAN KEKARYAAN
SUKARIA BEKERJA BERGOTONG ROYONG
TEKUN, LINCAH, TERTIB, 
RAMAH SERTA DAPAT DIPERCAYA
SELARAS PANCASILA

RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
BERSEDIA MENGORBANKAN JIWA RAGA
BERKOBAR SEMANGATNYA MERAH BARA
MESKI BERAT BEBAN DI PUNDAKNYA

SEJARAH SINGKAT RAPI

Komunikasi Radio Antar Penduduk ( KRAP ) adalah komunikasi radio yang pada awalnya mengugunakan band frekwensi 26.968 – 27.405  Mhz yang di negara asalnya Amerika Serikat terkenal dengan nama Citizen Band Radio ( CB ). Sejak tahun 1958 di AS secara rsmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat kominikasi radio antar penduduk  dan sebagai organisasi dengan dikelola oleh Federal Communication Commision ( FCC ) yang bertugas mengendalikan dan membina para penggemarnya yang semakin banyak .

Mulai era 70 -an penggunaan CB merambah di Bumi Nusantara Indonesia dan terus berkembang walaupun penggunaannya masih belum terkendali karena belum ada ketentuan yang mengaturnya .

Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No.S1.11 / Hkn 501 / Phb-80 tanggal 6 oktober 1980 tentang perijinan penggunaan radio antar penduduk yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No.125 / Dirjen / 1980 yang menetapkan keputusan tentang  pendirian dan pengangkatan pengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk tertanggal 10 November 1980 . Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk ( KRAP ) .

Pada tanggal 31 Oktober 1980Dirjen Postel menunjuk Tim Formatur dengan surat No.6356 / OT.002 / Disfrek / 80 dengan tugas untuk membentuk organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pengelolaan , pembinaan dan pengendalian komunikasi radio antar penduduk.

Tim formatur terdiri dari :

  1. Purn.Brigjen TNI Soedarto
  2. Eddie Marzuki Nalapraya ( Kasgar Ibukota )
  3. Sutikno Buchari ( Pengguna KRAP )
  4. A.Pratomo ,Bc.T.T ( PT Inti )
  5. Lukman Arifin , S.H ( Pengguna KRAP

Tim Formatur diberi tugas :

  1. menyusun AD / ART organisasi KRAP tingkat Pusat
  2. menyusun Pengurus Pusat Organisasi KRAP

Sesuai dengan SK Dirjen Postel No.125/Dirjen/1980 yang menetapkan keputusan tentang pendirian dan pengangkatan pengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk pada tanggal 10 November 1980 , maka Tim Formatur menetapkan nama organisasi Komunikasi Radio Antar Penduduk adalan RAPI ( Radio Antar Penduduk Indonsia serta nmemilih Bapak Eddie Marzuki Nalapraya sebagai Bapak RAPI dengan Call Sign JZ09AAA sekaligus menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Ulang Tahun RAPI .